Penulis : Ales Candra Wibawa; Ariswan Aditama; Pandu Permana; Arkeni N Nurwati; Sudalyono
Ukuran : 21 x 29 cm, ilus, 2 jilid ( 223 hlm dan 198 hlm)
Tahun : 2023
ISBN 978-623-97586-8-4
Buku tentang motif-motif bernuansa budaya dan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Merupakan hasil karya para pencipta batik yang mengikuti lomba Batik bertema Kulon Progo yang diselenggarakan pada tahun 2012. Sebagai upaya untuk melestarikan dokumen lomba tersebut hasil karya para peserta didokumentasikan dalam bentuk ebook agar terjaga dari kerusakan dan dapat diakses melalui media elektronik sebagai wujud adaptasi dunia perbukuan terhadap perkembangan teknologi informasi dan Komunikasi. Buku ini sangat bagus dan dapat digunakan sebagai sumber referensi untuk pengembangan dunia perbatikan nusantara. Tersedia online melalui OPAC Perpusda Kulon Progo.
Pemenang lomba pada waktu itu karya Ales Candra Wibawa dengan judul motif batiknya "Geblek Renteng". Adapun filosofi yang ingin disampaikan pencipta pada motif ini adalah bahwa Kulon Progo yang kaya baik berupa makanan khas, kekayaan alam dan lainnya diaplikasikan dalam sebuah batik dengan Gebleg sebagai motif utamanya. Selain gebleg digambarkan buah manggis yang merupakan flora khas Kulon Progo. Lambang Binangun yang digambarkan sebagai kuncup bunga yang akan mekar memiliki makna bahwa Kulon Progo merupakan daerah yang sebentar lagi diibaratkan akan mekar menjadi indah dan menjadi permata dari Pulau Jawa. Motif dibuat dengan pola naik turun sebagai perlambang bahwa kenampakan alam di Kulon Progo adalah bervariasi, mulai dari pegunungan, hingga dataran rendah dan pantai. Lambang Binangun di bagian bawah yang sedikit dimodifikasi dengan hiasan yang menyerupai sayap melambangkan bahwa sebentar lagi Kulon Progo akan dibangun sebuah bandara. Gambar Burung Kacer merupakan perwujudan salah satu fauna identitas Kulon Progo. Lambang Binangun merupakan perwujudan slogan Kabupaten Kulon Progo.
Sebagai penghargaan selain mendapatkan sertifikat, uang dan piala, motif geblek renteng ini ditetapkan sebagai motif yang digunakan untuk seragam siswa sekolah SD-SMA dan juga seluruh ASN di kabupaten Kulon Progo. Keberhasilan dalam menciptakan motif ini membawa dampak yang luar biasa bagi kemajuan industri batik tulis dan juga memajukan UMKm yang ada di Kulon Progo. (ek)